Tampilkan postingan dengan label Musthafa al-Siba’i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musthafa al-Siba’i. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2012

HADITS MENURUT MUSTHAFA AL-SIBA’I DAN AHMAD AMIN (Suatu Kajian Komparatif)


HADITS MENURUT MUSTHAFA AL-SIBA’I DAN AHMAD AMIN
(Suatu Kajian Komparatif)
Khairullah

ABSTRAK

Keyakinan umat Islam terhadap posisi dan otentisitas hadits atau sunnah pada masa Nabi SAW tidak terdapat persoalan, karena jika mereka menemukan sesuatu yang meragukan atau yang belum jelas bisa langsung melakukan konfirmasi kepada Nabi SAW. Lain halnya pasca wafatnya beliau sampai sekarang, problematika hadits sudah sedemikian rupa, yang berujung kepada terbukanya tabir untuk melihat keberadaannya sebagai otoritas keagamaan. Seperti halnya dilakukan oleh Ahmad Amin dalam bukunya Fajr al-Islam, yang melakukan kritik terhadap beberapa hal tentang hadits. Menurutnya, orisinalitas hadits pasca wafatnya Nabi SAW patut dipertanyakan. Sementara Musthafa al-Siba’I melakukan counter terhadap pemikiran Ahmad Amin dengan mengemukakan bukti-bukti historis orisinalitas hadits. Dalam pandangan Musthafa al-Siba’I, kiritk Ahmad Amin terhadap hadits kurang didasari oleh argumentasi yang kuat, bahkan argumentasi yang dibangun lebih bersifat asumtif, generalisasi dan tekstual.


KATA KUNCI: Hadits, Musthafa al-Siba’I, Ahmad Amin