Tampilkan postingan dengan label Isytirath al-Liqa’. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isytirath al-Liqa’. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

METODE BUKHARI DALAM AL-JAMI’ AL-SHAHIH (Tela’ah atas Tashhih dan Tadh’if menurut Bukhari)


METODE BUKHARI DALAM AL-JAMI’ AL-SHAHIH
(Tela’ah atas Tashhih dan Tadh’if menurut Bukhari)

 

Masrukhin Muhsin[1]


Abstrak
Bukhari adalah satu-satunya ahli hadits yang sangat hati-hati dalam menerima hadits, karena ia dikenal sangat teliti dan ketat dalam menverikasi hadits (al-Tashih wa al-Tadh’if). Baginya tidak cukup dikatakan sebuah hadits itu shahih jika tidak menjumpai langsung (al-Liqa’) dengan sumber asalnya (rawi atau gurunya). Metode yang dikembangkan Bukhari demikian menjadikan karya tulisnya al-Jami’ al-Shahih ditempatkan pada peringkat pertama dari kitab-kitab hadits lainnya. Metode yang dikembangkan Imam Bukhari dapat dilihat dari dua sisi: Pertama, dilihat dari penamaan kitabnya al-Jami’ al-Shahih, dan Kedua, langkah-langkah Bukhari dalam melakukan kajian dan penelitian (al-Istiqra) terhadap hadits. Bukhari hanya mengambil para perawi  tingkatan pertama dari lima tingkatan murid al-Zuhri untuk diambil haditsnya. Dengan demikian baik syarat (syuruth al-Shihhah) hadits maupun tingkatan perawinya Bukhari tampaknya selalu mengambil kriteria yang tertinggi.

Kata Kunci: Isytirath al-Liqa’