Tampilkan postingan dengan label Nashr Hamid Abu Zayd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nashr Hamid Abu Zayd. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

PEMIKIRAN NASHR HAMID ABU ZAYD MENGENAI METODOLOGI TAFSIR AL-QUR`AN


PEMIKIRAN NASHR HAMID ABU ZAYD
MENGENAI METODOLOGI TAFSIR AL-QUR`AN


Anwar Mujahidin*





Abstrak
Pembaharuan metodologi tafsir al-Qur`an meniscayakan pergeseran cara pandang terhadap teks al-Qur`an sebagai obyek kajian. Masalah utama dalam studi al-Qur`an adalah mengembalikan kaitan antara kajian al-Qur`an dengan kajian bahasa dan kritik sastra. Antara kajian al-Qur`an dengan sastra tersusun berbagai ilmu yang porosnya satu, yaitu teks, baik teks tersebut berupa al-Qur`an ataupun hadits Nabi. Persoalan tafsir-ta`wil sebagai kajian ilmiah terhadap al-Qur`an bukanlah tingkat obyektivitas atau subyektifitasnya, namun terhindarkannya dari kecenderungan ideologis, yaitu bias interpreter. Abu Zayd, sebagai seorang pemikjir kontemporer menawarkan tiga prinsip dalam penafsiran al-Qur`an, yaitu, perhatian pada makna teks yang asli, kesadaran akan pesan utama (significance), dan mengaktualkan pesan utama ke dalam konteks masyarakakat kontemporer.

Kata Kunci: Metode Tafsir al-Qur`an, Tekstualitas, Nashr Hamid Abu Zayd