PEMIKIRAN NASHR
HAMID ABU ZAYD
MENGENAI METODOLOGI
TAFSIR AL-QUR`AN
Anwar Mujahidin*
Abstrak
Pembaharuan metodologi tafsir al-Qur`an meniscayakan
pergeseran cara pandang terhadap teks al-Qur`an sebagai obyek kajian. Masalah
utama dalam studi al-Qur`an adalah mengembalikan kaitan antara kajian al-Qur`an
dengan kajian bahasa dan kritik sastra. Antara kajian al-Qur`an dengan sastra
tersusun berbagai ilmu yang porosnya satu, yaitu teks, baik teks tersebut
berupa al-Qur`an ataupun hadits Nabi. Persoalan tafsir-ta`wil sebagai kajian
ilmiah terhadap al-Qur`an bukanlah tingkat obyektivitas atau subyektifitasnya,
namun terhindarkannya dari kecenderungan ideologis, yaitu bias interpreter. Abu
Zayd, sebagai seorang pemikjir kontemporer menawarkan tiga prinsip dalam
penafsiran al-Qur`an, yaitu, perhatian pada makna teks yang asli, kesadaran
akan pesan utama (significance), dan mengaktualkan pesan utama ke dalam konteks
masyarakakat kontemporer.
Kata Kunci: Metode Tafsir
al-Qur`an, Tekstualitas, Nashr Hamid Abu Zayd