Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

REORIENTASI WACANA PENAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG PEREMPUAN


REORIENTASI WACANA PENAFSIRAN
AYAT-AYAT TENTANG PEREMPUAN
 
Siti Masykuroh
 
ABSTRAK
Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara laki-laki maupun perempuan, dan antara bangsa, suku dan keturunan. Banyak ayat al-Qur’an telah menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah semartabat sebagai manusia, terutama secara spiritual. Al-Qur’an menyajikan topik perempuan dalam banyak ayat dan berbagai surat. Namun yang paling banyak adalah dalam surat an-Nisa’, di samping itu surat at-Thalaq sebagiannya juga menyajikan masalah perempuan.
Meskipun secara normatif al-Qur’an memihak pada kesamaan status antara laki-laki dan perempuan, tetapi secara tekstual al-Qur’an memang menyatakan adanya kelebihan tertentu laki-laki daripada perempuan, akan tetapi dengan mengabaikan konteksnya –sebagaimana dikemukakan Asghar Ali- tidak ada kitab suci yang bisa efektif, jika mengabaikan konteksnya sama sekali. Al-Qur’an adalah kitab suci yang keberadaannya abadi, penafsiran terhadapnya tidak bisa dihindari sebagai sesuatu yang relatif
Tulisan ini bukanlah merupakan gugatan terhadap teks-teks suci al-Qur’an itu sendiri, melainkan penafsiran terhadap teks-teks tersebut yang sangat tekstual, dan kurang mementingkan konteks sosial, bahkan dalam beberapa hal sangat dipengaruhi oleh bias dominasi laki-laki terhadap perempuan. Reorientasi terhadap penafsiran yang cenderung mendiskreditkan perempuan adalah sesuatu yang niscaya karena perempuan bukanlah makhluk nomor dua yang keberadaannya hanya sekedar sebagai pelengkap kaum laki-laki.