ILMU AL-JARH
WA AL-TA’DIL;
MENGUKUR KUALITAS PERAWI HADITS
Abdul Malik Ghozali*
Abstrak
Untuk mengukur ke-adalah-an dan ke-dhobit-an
seorang perawi tidak mudah. Sehingga acapkali suatu hadits, berstatus shohih
menurut satu kelompok, tapi juga berstatus dhoif menurut kelompok yang lain.
Belum lagi, statement yang digunakan untuk mengukur ke-adalah-an dan ke-dhobit-an
perawi berbeda-beda antara satu ahli hadits dengan ahli hadits yang lain.
Kata Kunci: al-Jarh wa
al-Ta’dil