Konsumerisme Dan Kosumisme
Dalam Perspektif Tafsir Al-Qur`an
Oleh:
Anwar Mujahidin[1]
Abstrak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Tafsir al-Misbâh terdapat paradigma baru mengenai harta sebagai “milik” bersama yang harus
menghasilkan manfaat bersama. Harta merupakan pokok
kehidupan, namun tidak seperti pandangan materialis yang menempatkan harta di
atas segalanya. Prinsip tersebut berimplikasi pada prinsip-prinsip
konsumsi dalam al-Qur`an. Konsumsi bahkan pada barang-barang mewah tidak
dilarang, namun dikendalikan sehingga tidak kelas kaya dan miskin. Hubungan
yang punya dan yang lemah secara ekonomi, tidak hanya sekedarhubungan
kedermawanan antara yang kaya dan yang lemah yang bersifat pribadi namun di
dasarkan pada cita-cita mewujudkan keadilan sosial dan hubungan harmonis antara
sesama manusia.
Kata Kunci : Tafsir al-Qur`an, Harta, Konsumsi,
Masyarakat